
Pertanian & Empon-empon
Pertanian merupakan sektor terkuat. Komoditas meliputi jahe, kunyit, lengkuas, cengkeh, padi, jagung, cabai, kacang-kacangan, timun, sayuran, dan tanaman pangan pekarangan.
Lihat produk lokal
Pertanian, peternakan, hasil hutan, UMKM, sejarah, dan wisata alam menjadi kekuatan Desa Temboro.
Pertanian, peternakan, hasil hutan, UMKM, sejarah, dan wisata alam menjadi kekuatan Desa Temboro.

Pertanian merupakan sektor terkuat. Komoditas meliputi jahe, kunyit, lengkuas, cengkeh, padi, jagung, cabai, kacang-kacangan, timun, sayuran, dan tanaman pangan pekarangan.
Lihat produk lokal
Banyak warga memelihara ternak sebagai sumber penghasilan tambahan. Pengembangan diarahkan pada manajemen pakan, kesehatan hewan, silase, dan pemanfaatan kotoran menjadi pupuk organik cair.
Lihat produk lokal
Kawasan hutan pinus Perhutani dimanfaatkan untuk getah, kayu, kegiatan ekonomi, sekaligus memiliki peluang untuk wisata alam berbasis masyarakat.
Lihat produk lokal
KWT Joso Makmur dan KWT Dlisen mengelola lahan sayuran, empon-empon, benih unggul, serta produk olahan pangan lokal.
Lihat produk lokal
Kopi Mantren menjadi produk unggulan yang telah memiliki kemasan, izin edar, dan sertifikat halal. Pelatihan digital membantu pemasaran melalui media sosial dan e-commerce.
Lihat produk lokal
Perbukitan, hutan pinus, Dam Poro Wali, goa kecil yang dikaitkan dengan Raden Mas Said, serta udara sejuk dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Jelajahi daya tarik
Pertanian menjadi sektor komoditas terkuat, disertai peternakan, hasil hutan, perkebunan, UMKM, dan jasa. Pengembangan dilakukan melalui inovasi pengolahan hasil, kesehatan ternak, pupuk organik, benih unggul, digitalisasi pemasaran, serta wisata berbasis masyarakat.